Home / RAGAM / Kesehatan / Waspadai Penyebab Lapar Terus Menerus

Waspadai Penyebab Lapar Terus Menerus

 

Oleh: Shella Rafiqah Ully

Sumber Istimewa
Sumber Istimewa

Jangan sepele pada perut yang lapar terus menerus. Bahayanya mulai dari punya perut buncit hingga serangan stroke.

Beberapa minggu terakhir saya cukup uring-uringan memikirkan masalah perut. Entah kenapa rasanya kuantitas makan saya mendadak meroket. Mencapai jumlah enam kali per hari. Bahkan bisa langsung kembali merasa lapar selang dua jam dari proses makan pertama.

Seorang teman yang saya ceritakan perihal ini justru tertawa ngakak meski mengaku tak heran. Ternyata ia juga alami hal yang sama. Sebab khawatir berlebih, jadilah akhirnya kami coba cari informasi lewat mesin pencari google. Hal apa yang menjadi sebab sebenarnya.

Setelah menelusuri beberapa referensi kami temukan jawaban. Salah satu alasannya karena sering sekali mengonsumsi makanan kalengan hingga minuman bersoda. Ternyata makanan kalengan mengandung bahan kimia bisphenol-A.

Bahan kimia ini sebenarnya digunakan untuk melapisi kaleng, namun dengan kandungannya yang tinggi dapat menyebabkan produksi hormon leptin —hormon yang mengatur nafsu makan— yang tak normal. Sehingga menyebabkan lapar terus menerus.

Pun demikian dengan minuman bersoda. Kandungan sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS) yang juga tinggi padahal sama sekali tak memiliki nilai gizi apapun dapat menyebabkan kita terus makan tanpa merasa puas. Fruktosa mengelabui pikiran untuk terus makan meski perut sudah kenyang. Caranya dengan menghambat kemampuan tubuh mendeteksi sudah makan banyak dengan memanfaatkan hormon leptin tadi.

Ternyata secara medis ada kondisi tertentu yang menyebabkan kita bisa terserang lapar terus menerus. Berdasarkan penjelasan seorang dokter spesialis seksologi dan kesehatan reproduksi dr. Ryan Thamrin dalam tayangan Dr Oz Indonesia di sebuah stasiun televisi swasta, kondisi lapar terus menerus ini adalah kondisi yang harus diwaspadai. Sebab apabila terus merasa lapar menandakan lemak di dalam darah manusia sedang tinggi.

Lemak yang dimaksud adalah lemak trigliserida. Keberadaannya dapat memunculkan penyakit lain yang berhubungan dengan pembuluh darah yaitu penyakit jantung dan stroke. Disaat lemak dalam darah mulai rendah maka rasa lapar akan hilang.

Konsumsi alkohol, lemak jahat, tidak pernah berolahraga, mengonsumsi makanan dengan kadar gula berlebihan hingga berat badan berlebih adalah pemicu tingginya kadar lemak trigliserida dalam tubuh. Namun yang jadi masalah, saat kadar lemak trigliserida mulai meninggi kita tidak akan merasakan tanda-tanda apapun.

Trigliserida yang berlebih dalam tubuh biasanya tertimbun di bawah kulit sehingga menyebabkan timbunan lemak atau kerap kita sebut buncit. Tak hanya itu, efek lebih lanjutnya adalah pembentukan plak oleh lemak yang menempel pada pada pembuluh darah sehingga menyumbat peredaran darah. Alhasil, timbullah penyakit kolesterol tinggi, stroke hingga diabetes.

Tapi jangan terlalu khawatir dulu. Dalam penjelasannya, dr. Ryan Thamrin mengatakan tubuh punya suatu mekanisme untuk menghilangkan lemak di dalam darah dengan sendirinya. Contohnya dengan rajin berolahraga. Lemak pun sebenarnya dibutuhkan tubuh sebagai penambah tenaga tetapi dengan rajin-rajin bergerak tubuh akan membakar lemak dengan sendirinya.

Selain itu, tetaplah mengonsumsi makanan yang dapat mengurangi lemak jahat di antaranya ikan seperti salmon, sarden dan tuna. Selain itu juga sayuran seperti bayam dan kacang-kacangan, misalnya kacang merah. Alasannya, bayam dan kacang merah punya serat yang tinggi sehingga dapat membantu metabolisme pembuangan lemak yang ada di dalam darah ataupun perut. Di usus, serat akan mengikat lemak untuk dibuang saat kita melakukan proses ekskresi.

Nah, mulai sekarang jangan sepele pada perut yang terus menerus lapar. Sebab saat itu kondisinya tubuh anda sedang dijajah oleh lemak jahat!

 

 

 

About Portal Berita Pers Mahasiswa SUARA USU

Check Also

Mythomania: Bukan Bohong Biasa

Oleh: Vanisof Kristin Manalu Kebiasaan terlalu sering berbohong bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental. Salah …